Maret 24, 2009

MARET KELABU,,,

Sejak awal kehidupanku, aku tak pernah ngerti dengan jelas kemana sebenarnya arah kehidupanku mendatang. Akan baikkah atau burukkah. Aku hanyalah pemain yang gak pernah tau lakon apa saja yang harus aku mainkan di kehidupanku yang sekarang. Sesaat aku merasa jadi pemeran utama. Tapi sesaat berikutnya, aku ternyata hanyalah pemeran pembantu. Seperti sekarang...

Memasuki awal Maret, langkahku mulai tersendat - sendat. Aku bimbang, aku ragu, aku gelisah. Aku tau dengan sangat pasti, bos di tempatku bekerja sudah mulai menjauhiku. Dia sudah mulai jarang ngajak aku bicara, bahkan hanya sekedar berbasa - basi. Tapi bukan itu masalahnya,, aku merasa aku tidak lagi diberikan pekerjaan atau tugas - tugas seperti dulu lagi. Aku hanya harus menyelesaikan tugasku terdahulu yang belum jua rampung. Jika sudah kelar, aku gak tau apa lagi yang harus aku kerjakan. Di sisi lain, bosku itu hampir setiap hari memanggilku untuk diberi "wejangan" plus dimarahin tentu saja. Ada saja hasil pekerjaanku yang salah di matanya. Klimaksnya, suatu sore di hari Rabu, lagi - lagi aku dipanggil. Perasaanku sudah gak enak. Dan ternyata firasatku benar, kontrakku tidak diperpanjang alias aku dikeluarkan. Aku hanya diam terpaku mendengar keputusannya yang serba mendadak itu. Aku shock, tapi hanya sesaat. Seorang teman baikku menenangkanku. Aku sholat, dan akhirnya aku kembali tenang dan berhasil menguasai emosiku yang sempat labil.

Sore sebelum pulang, aku berpamitan dengan teman - temanku....Itulah saat - saat terakhir aku bisa menatap wajah mereka. Aku sedih, aku benar - benar sedih. Bukan hanya karena aku kehilangan pekerjaan, teman - teman tapi lebih karena aku memikirkan nasib kedua ortuku. tapi aku yakin dan percaya, Allah tidak akan meninggalkanku sendiri.

Sekarang,, aku sudah dapat mengambil hikmah di balik cobaan atau teguran ini. Aku bersyukur karena ternyata sebandel-bandelnya aku, Allah masih sayang padaku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar